Skip to content

Email Permohonan Bantuan Dana dari Orang Yang Tidak Dikenal

Apa kabar semuanya? Kali ini saya mau share sebuah email permohonan bantuan keuangan dari seseorang yang saya tidak kenal sama sekali.

Permohonan Bantuan Dana

Saya jadinya bingung, apakah ini bisa dipercaya atau tidak, soalnya isi emailnya bagus sekali dan dilengkapi dengan 2 attachment, yakni scan KTP dan Kartu Mahasiswa dari pengirimnya.

Makanya, saya menunggu pendapat dari kawan-kawan semuanya terkait hal ini, mau diapakan bagusnya. Berikut adalah cuplikan isi email dari ybs, nama dan detail pribadi saya hapus untuk menjaga privacy yang bersangkutan:

Selamat siang,
Sebelumnya izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya **********. Saya adalah seorang mahasiswi tingkat akhir fakultas ilmu sosial dan politik di Universitas lampung. Menjelang akhir masa studi saya, saya berpikir untuk memulai suatu usaha yang saya harapkan nantinya dapat dijadikan tumpuan. Usaha saya dimulai sekitar 5 bulan yang lalu. Bergerak dibidang penjualan baju wanita dan remaja. Usaha ini dimulai dengan tanpa sepengetahuan orang tua saya, sehingga modal yang pertama kali dikeluarkan berasal dari join dengan seorang teman sekelas saya di perkuliahan dan akhirnya terkumpul sebesar dua juta rupiah.
Saya memilih join dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki dimana uang bulanan saya hanya sebesar satu juta rupiah yang didalamnya sudah termasuk pembayaran kos, dan lain – lain sehingga tidak mencukupi. Keluarga juga bukan yang berasal dari golongan berada. Usaha kami berjalan dengan cukup baik, hutang telah terbayar, barang – barang yang dimiliki mulai menjadi lebih banyak, kepercayaan dari pemasok dari jakarta telah didapat.
Hingga terjadilah peristiwa seminggu yang lalu. Ketika itu saya mendapat telepon dari pemasok mengenai tanggungan baju yang mencapai 5 juta rupiah.
Saya cukup terkejut karena dalam pembukuan saya tidak tertulis demikian. Saya berusaha mengklarifikasi dengan pemasok dan juga menghubungi teman join saya. Setelah ditelusuri ternya teman join saya melakukan pemalsuan dalam pembukuan usaha dan mengambil barang dari pemasok sebesar lima juta rupiah tanpa sepengetahuan saya. Teman join saya pun hingga surat ini ditulis sama sekali tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.
Barang yang dimaksud tentu saja tidak terdapat ditoko, akan tetapi tanggungan terhadap pemasok tetap harus dibayar dan mereka minta dalam jangka waktu seminggu ini (berakhir tanggal 12 nanti).
Oleh karena itu, dalam kondisi ini saya bermaksud meminta bantuan kepada anda sebagai wirausaha yang telah berhasil. Mungkin anda berfikir bahwa tindakan saya sangat memalukan karena meminta bantuan kepada orang yang tidak dikenal,akan tetapi saat ini kondisi saya telah terdesak. Segala hal dan usaha telah dilakukan tetapi hasilnya tetap nihil, sedangkan waktu pelunasan terus mendekat.
Saya mendapatkan cerita dan alamat email anda ketika saya membaca buku wirausaha muda mandiri. Oleh karena itu saya memberanikan diri memohon bantuan kepada anda karena Saya berfikir anda dapat membantu saya, baik dengan dana berapapun yang anda berikan ataupun nasihat. Dan saya harap anda tidak menganggap ini adalah sebuah penipuan.
Dalam surat ini saya hanya memohon bantuan dan walaupun saya sangat berharap akan tetapi saya tidak memaksa. Berikut adalah no rekening saya,
a/n ***************
0152830***
BNI cab Universitas Lampung
No hp: 085279778***

Saya akan sangat amat berterima kasih atas bantuan yang anda berikan. Kesediaan anda untuk membaca surat inipun sudah merupakan bantuan yang besar untuk saya. Terima kasih

Nah, bagaimana pendapat anda dengan email seperti ini?
Saya tunggu komentarnya ya!

bisnis online
Published inNews

1.661 Comments

  1. Bbu Bbu

    gak ada orang yang jatuh miskin karena sedekah…gak ada orang yang merasa rugi karena ia tertipu… dan mungkin saat sekarang anda sdh merasakan manfaat dari buah manis dari pertolongan yang pernah anda berikan…

    Link Komentar
  2. dari email yang dikirim terlihat meyakinkan mas,,tapi harus hati-hati,,,kalau bisa kontek dulu orang tersebut mas

    Link Komentar
  3. Yang mengirim email tidak memberikan alamat tempat tinggalnya ya ? hmm.. bisa jadi salah satu modus penipuan juga. Lebih baik tidak usah kita tanggapi saja agar tidak merugi dikemudian hari..

    Link Komentar
  4. Lalu Rahman/ammank Lalu Rahman/ammank

    Bang,,, kapan maen k Lombok??? masih inget gak watku baksos dl??

    Link Komentar
    • Asri Tadda Asri Tadda

      Ammank,

      Kangen Lombok sih sebenarnya..Insya Allah akhir 2013 mau ke sana untuk jalan2…Apakah masih bersedia jadi guide kami? :D

      Link Komentar
      • kasiadi kasiadi

        assalamu ‘alaikum wrwb,

        saat ini saya dalam kondisi sangat kepepet. saya datang d
        jawa dan sedang merantau di luar pulau.
        sudah kurang lebih 1,5 tahun berada di perantauan dengan berbagai suka duka.
        7 bulan awal pertama di perantauan saua bekerja di pertukangan.
        biarpun dengan kondisi saya yang sakit sakitan tetapi alhamdulillah dalam 5 bulan itu saya masih bisa bekerja dan bisa membayar sebagian hutang saya di kampung.

        setelah 7 bulan proyek tempat saya bekerja sudah selesai.
        saya mencari lagi pekerjaan di tempat lain.
        dua kali saya dapat tawaran borongan kecil kecilan. tawaran tersebut saya terima. tapi dua kali pula gaji saya tidak dibayar lunas. sementara saya harus memikirkan kebutuhan sehari hari dan uang kos yang sebulan sekali harus saya bayarkan.

        saya mencari kerja lagi. tapi sudah jarang ada yang berlangsung lama.

        karena merasa fisik sudah tidak begitu sehat dan sudah tidak begitu mampu lagi bekerja berat, maka saya coba ikut menjadi broker tanah dan lain lain.
        di awal sepertinya sangat menjanjikan.
        bahkan belakangan ada salah satu developer yang merekrut saya dengan janji janji menggiurkan. saya disuruh cari tanah yang dijual dengan kriteria yang telah ditentukan. terbayang sudah kalau deal akan bisa melunasi hutang di kampung dan sisanya bisa untuk mencari tempat tinggal yang layak dan buat modal usaha.

        tapi rupanya janji tinggal janji.
        tanah yang saya ajukan tidak dibeli.
        dan tiap kali saya tanyakan selalu saja dijawab dengan berbagai alasan.

        sekarang ini saya sangat bingung.
        mau pulang ke kampung sangat tidak mungkin. kalaupun mungkin, saya harus bisa melunasi hutang saya.

        saya cuma berharap mudah mudahan ada dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu saya melunasi hutang saya.
        saya akan selalu ingat dan mendoakan semoga dermawan tersebut selalu Alloh limpahkan rahmatNya kepadanya.

        mudah mudahan ada yang rela menyumbangkan uangnya untuk saya lewat nomor rekening bca saya : 124 0341 006 atas nama kasiadi

        Link Komentar
  5. Lalu Rahman/ammank Lalu Rahman/ammank

    kirimin aja biaya ngetiknya bang,,, anggap aja cerpen

    Link Komentar
  6. wah ini kejadian sama dengan teman saya…
    trus dilaporin polisi… tapi plakunya blum ketangkep.

    Link Komentar
  7. kalau menurut saya cara tersebut merupakan modus tapi dengan cara yang blak blakan , caranya secara langsung memintanya . Boleh dibilang sperti para peminta sumbangan yang sering datang kerumah rumah yang ada di makassar , yang kita tidak tahu apakah benar dari panti asuhan atau bukan .

    Tapi saya hargai cara sperti itu dibandingkan dengan tipuan yang basi :D

    Link Komentar
  8. membaca masukan dari rekan rekan, pasti ada pro dan kontra, tergantung dari sudut pandang mana menilai ,saya yakinkan saja niat dan berusaha iklas, insyaAllah pahala akan sampai

    Link Komentar
  9. Assalamualaikum wr.wb.

    Salam sukses pak asri. Semua masukan diatas sangat luar biasa pak Asri. sekarang keputusan tetap ditangan bapak. Meminta bantuan seyogyanya tetap harus bertatap muka atau sekedar perkenalan dulu. Kalau ini hanya sebuah penipuan, jangan sampai kita mendidik orang untuk senang berkirim e-mail untuk meminta bantuan. Mari kita doa kepada mereka pak, bantuan yang dibutuhkan lebih sari sekedar uang pak. Sukses buat blogger Indonesia.

    Link Komentar
  10. Pak Asri, saya juga sudah kirim email pak… Tolong segera dibalas ya pak… Via Paypal aja pak biar lebih gampang pak. Terima kasih sebelumnya.

    Link Komentar
    • Wah, ini toh yang kirim email kedua itu…bantuan sudah saya kirim via Paypal mas..maaf, hanya sempat kirim 4 digit saja, mudah2an cukup untuk membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi…

      Salam,

      Link Komentar
      • kasiadi kasiadi

        assalamu ‘alaikum wrwb,

        saat ini saya dalam kondisi sangat kepepet. saya datang d
        jawa dan sedang merantau di luar pulau.
        sudah kurang lebih 1,5 tahun berada di perantauan dengan berbagai suka duka.
        7 bulan awal pertama di perantauan saua bekerja di pertukangan.
        biarpun dengan kondisi saya yang sakit sakitan tetapi alhamdulillah dalam 5 bulan itu saya masih bisa bekerja dan bisa membayar sebagian hutang saya di kampung.

        setelah 7 bulan proyek tempat saya bekerja sudah selesai.
        saya mencari lagi pekerjaan di tempat lain.
        dua kali saya dapat tawaran borongan kecil kecilan. tawaran tersebut saya terima. tapi dua kali pula gaji saya tidak dibayar lunas. sementara saya harus memikirkan kebutuhan sehari hari dan uang kos yang sebulan sekali harus saya bayarkan.

        saya mencari kerja lagi. tapi sudah jarang ada yang berlangsung lama.

        karena merasa fisik sudah tidak begitu sehat dan sudah tidak begitu mampu lagi bekerja berat, maka saya coba ikut menjadi broker tanah dan lain lain.
        di awal sepertinya sangat menjanjikan.
        bahkan belakangan ada salah satu developer yang merekrut saya dengan janji janji menggiurkan. saya disuruh cari tanah yang dijual dengan kriteria yang telah ditentukan. terbayang sudah kalau deal akan bisa melunasi hutang di kampung dan sisanya bisa untuk mencari tempat tinggal yang layak dan buat modal usaha.

        tapi rupanya janji tinggal janji.
        tanah yang saya ajukan tidak dibeli.
        dan tiap kali saya tanyakan selalu saja dijawab dengan berbagai alasan.

        sekarang ini saya sangat bingung.
        mau pulang ke kampung sangat tidak mungkin. kalaupun mungkin, saya harus bisa melunasi hutang saya.

        saya cuma berharap mudah mudahan ada dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu saya melunasi hutang saya.
        saya akan selalu ingat dan mendoakan semoga dermawan tersebut selalu Alloh limpahkan rahmatNya kepadanya.

        mudah mudahan ada yang rela menyumbangkan uangnya untuk saya lewat nomor rekening bca saya : 124 0341 006 atas nama kasiadi

        Link Komentar
  11. Ngabdur Rohman Ngabdur Rohman

    Bang Asri, Kalau dilihat dari kata2nya spertinya orang ybs memang jujur. Ndak mengada-ada. Tapi perlu berhati2 juga, Bang.Saran saya sih, berbaik sangka aja Bang dan berilah bantuan seikhlasnya.

    Link Komentar
  12. saya juga butuh dana untuk memulai usaha jual beli domain Pak! kiranya saya dibantu seiklasnya. mengaprove komen saya saja, sudah lumayan membantu :'( ! tapi semoga bisa dibantu dengan $$$ juga…mumpung masih Bulan Ramadhan! Amin …hihihhihi

    Link Komentar
  13. Sudah banyak yang memberikan pandangan positif ke bapak. Setidaknya semua berpulang ke bapak lagi. Memang sedekah tidak perlu ikhlas, dan tidak perlu dipikirkan atau di protes. Semua terutang didalam AL-Quran. Jikapun bapak ingin membantu itu adalah hal baik, kita ambil pikiran positifnya, jikapun ia ingin menipu pasti ada tujuan dibalik itu, mungkin uang hasil penipuannya bisa dipakai untuk kebutuhannya sehari-hari, dan jikapun ia jujur, pastinya juga bapak yang mendapat berkahnya dibulan baik ini.
    Salam

    Link Komentar
  14. Salam kenal buat Pak Asri dan semua yang mengomentari.

    Saya pribadi masih belajar tentang sedekah dan ikhlas.
    Untuk membantu orang yang tidak kenal, apabila anda ingin benar2 memberikan bantuan, bisa berbagai cara. Boleh seluruh nominal yang ia butuhkan, ataupun hanya sebagian.
    InsyaAllah semua dicatat sebagai amal kebaikan buat kita.

    Saya pribadi, terkadang lebih mengutamakan memberikan bantuan berupa kail nya, bukan ikan.
    :babyboy

    Link Komentar
    • Asri Tadda Asri Tadda

      Saya juga setuju Mas Galih;
      Berikan kail, jangan ikannya!

      :shakehand2

      Link Komentar
  15. Salam kenal Pak Asri dan semua rekan-rekan komentator..

    Menarik juga topik tentang email permohonan bantuan ini.
    Mohon maaf sebelumnya, jika menurut saya, yang sudah dilakukan Pak Asri sudah benar,memberikan bantuan seadanya kepada pengirim email, walau saya sendiri juga tidak tahu apakah si pengirim ini benar-benar kondisinya seperti yang diceritakan atau bahkan mungkin sebaliknya. Tapi ada satu hal dari isi email tersebut yang kebetulan sama dgn yang saya rasakan, yaitu ketika semua usaha dan daya sudah dicoba dgn maksimal, maka hal terakhir yang bisa dilakukan adalah menunggu “tanda-tanda”.
    Maksud saya, ketika doa sudah dipanjatkan, ketika usaha sudah dianggap maksimal sesuai kadar si pelaku, hal terakhir yang bisa dilakukan dan mungkin cuman hal itu saja yang bisa dilakukan adalah menunggu “tanda-tanda” / sekedar petunjuk dari-NYA. Alhamdulillaah, beberapa saat yang lalu saya juga mengalami hal yang sama, singkat cerita dan ini yang mungkin menarik, justru di saat terakhir “jatuh tempo” itu malah datang pertolongan entah darimana, dan saya yakin ini adalah petunjuk / tanda-tanda-NYA.

    Semoga bantuan yang diberikan Pak Asri kepada si Pengirim email bisa benar-benar bermanfaat bagi yang bersangkutan. Amin

    Salam Sukses dan Selamat Berpuasa

    Link Komentar
  16. Rekan-rekan (dan si pengirim email kalau memang sempat membaca postingan ini),

    Saya mempublikasikan hal ini bukan untuk menuai kontroversi, atau mencari-cari hal lain yang tidak ada hubungannya dengan diskusi positif. Niatnya murni untuk mencari pertimbangan lain, selebihnya supaya semua perbincangan akan mudah ditemui melalui mesin pencari, maka kutipan isi email dari ybs juga saya lampirkan.

    SETIDAKNYA, dengan hal ini, jika memang ybs benar melakukan tindakan penipuan, ataukah ‘ISENG-ISENG BERHADIAH’, maka kita bisa melacaknya pada tindakan berikutnya, semoga.
    Jika ybs memang benar2 membutuhkan bantuan, saya kira juga menjadi tidak keliru saya mempublikasikan hal ini di sini, siapa tahu ada di kalangan rekan2 yang juga tergerak hatinya untuk membantu ybs.

    Hanya saja, menurut pengalaman saya, sebagaimana juga dituliskan oleh MAHESA di atas, permintaan bantuan melalui email memang bukan hal lumrah, apalagi dikirimkan oleh seseorang yang tidak dikenal sebelumnya. Saya sendiri secara personal seringkali mendapatkan email permintaan bantuan dari seseorang untuk bersama-sama mencairkan sejumlah dana dalam jumlah besar di luar negeri, tetapi mesti pake dana awal dulu dan itu sumbernya dari saya. Ini jelas tidak masuk akal, seperti halnya sms penipuan yang banyak beredar itu.

    Saya juga pernah mendapatkan email yang hampir serupa di atas, tetapi waktu itu saya lebih mendiamkannya ketimbang mempublikasikannya di blog. Dan kejadian2 seperti ini kerapkali terjadi di sepanjang aktivitas online saya.

    Nah, pada momentum inilah saya mau berbagi. Sekadar meminta saran, pendapat dan pertimbangan kawan2. Akhirnya, menjadi bingung lagi, karena ternyata pro kontra juga.

    Saya serahkan sepenuhnya saja ke Allah. Insya Allah saya juga — berkat dukungan beberapa rekan di atas — telah memberikan bantuan seadanya untuk ybs, mudah2an saja kali ini tepat sasaran. Semoga Allah selalu memberikan petunjukNya dan melindungi kita semua dari kedzaliman dan kekhilafan.

    Selamat berpuasa!

    Link Komentar
  17. krisna krisna

    Saya sangat setuju dengan konsep membantu, sedekah , keikhlasan dan semua bentuk tolong menolong yang diridhai Allah.

    Namun Allah selalu memberi potensi pada diri kita yaitu berupa akal pikiran yang tidak dimiliki makhluk lain, di situlah kecerdasan kita dituntut oleh Allah memanfaatkan karunia tersebut menjadi sebuah pemikiran dan pengambilan keputusan secara cerdas.
    Ada baiknya sebelum bertindak menolong, sedekah dll kita mengetahui latar belakang dari si pengirim email ini, jika dia cuman seorang scammer yang memanfaatkan teknologi guna mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri.
    Lain halnya jika kita bersedekah melalui badan2 amil zakat/infaq/sedekah yang sudah terpercaya dan diketahui ke mana dana2 tersebut dialirkan kepada yg membutuhkan, atau pada rumah2 panti asuhan, baitul yatim, masjid, musholla atau pada saudara2 kita sendiri yg benar2 membutuhkan, bisa juga pada orang tua kita sendiri. Lha kalo yg ini, hanya sebuah email dari seseorang yg tidak jelas keberadaanya, benar tidak duduk permasalahannya dan tiba2 langsung meminta bantuan? Saya kira wajar saja kalau kita perlu berhati-hati sebelum bertindak.

    Sedekah adalah ibadah, namun dalam beribadah itu perlu ilmu,…ilmu akan ibadah, misalnya hukum fikih ttg bersedekah.

    Ilmu tanpa amal itu munafik dan fasik….namun beramal tanpa ilmu itu adalah bodoh.

    Wallahu a’lam

    Link Komentar
  18. Mahesa Mahesa

    Di luar dari konteks yang sedang ramai kita diskusikan di sini, sebenarnya modus “permintaan bantuan” melalui email sudah banyak dilakukan, terutama oleh para scammer di luar negeri, dan mulai ditiru oleh scammer dalam negeri pada beberapa tahun terakhir.

    Kalau mau lebih jelas, bisa dilihat-lihat di sini:

    Saya kira, konteks postingan ini bukan pada soal ikhlas atau tidak ikhlasnya memberikan bantuan, tetapi lebih pada bagaimana mengingatkan kita bahwa potensi penipuan melalui sarana online dimana kita tidak bertemu langsung dengan yang memnta bantuan, menjadi terbuka lebar.

    Bisa saja email diatas dikirimkan kepada semua orang, dengan hanya C + P saja, mengedit file keterangan pribadai (KTP atau SIM) dan sebagainya. Mudah, bukan?

    Nah, menurut saya sih, sebaiknya berhati-hati mempercayai email apa pun yang dikirimkan dari orang yang tidak dikenal, karena modus penipuan melalui email sudah seringkali terjadi.

    Waspadalah!

    Link Komentar
  19. saya setuju dengan pendapat teman-teman, kalau kita mampu tidak usah pikirkan yang negatif,bantulah tanpa pamrih, karena teman yang membutuhkan itu telah sedemikian tekadnya menggadaikan nama naik dengan identitasnya untuk menyelamatkan masa depannya dan terhindar dari masalah yang lebih buruk lagi.

    Link Komentar
  20. Saya setuju dengan pendapat rekan-rekan diatas, intinya iklash….sebesar apapun nilai nya yang penting iklash, terlepas dari masalah apakah benar atau tidaknya dia butuh bantuan, kembali pada diri kita, ya kalo memang mau membantu…tinggal bantu saja…, kalo memang ada rasa curiga…tinggal abaikan saja, Toh Hanya Allah yang Maha Mengetahui lubuk hati setiap makhluk NYA….

    Link Komentar
  21. achmad idwar achmad idwar

    menurut saya jika kita akan membantu seseorang…hal yg hrs kita lakukan adalah Bantu jika terpikir hal lain lebih tidak usah bantu karena tak ada nilai keiklasannya

    Link Komentar
    • Eli Kusmayadi Eli Kusmayadi

      Kalau menurut saya bang Tadda, satu hal saja yang perlu dikroscek, apa betul identitas yang dilampirkan asli dan orangnya sama dg pemilik rekening (bukan nama yang kebetulan sama). Yang penting ia betulan mahasiswa lampung sebagaimana yang dijelaskan. Kalau benar dibantu saja. Karena agak sulit untuk menelusuri lebih jauh apakah orang ini jujur atau tidak…

      #Pahala insya Allah tetap sampai…

      Link Komentar
      • Siip Eli…tidak juga ada jaminan KTP dan KTM yang dilampirkan adalah asli, bukan? Hehehe..

        Kalau nama, sama kok dengan yang direkening BNI-nya. Hanya untuk sekadar berbagi info saja kok. Siapa tahu sebelum ini ada juga yang pernah mendapat email yang sama, atau setelah saya, akan ada rekan2 yang lain yang menjadi ‘persinggahan’ berikutnya.

        Soal kebaikan dan keikhlasan, itu ukurannya di Allah. Bukan kita yang menilai, meskipun kita ramai membahasnya di sini, Insya Allah yang Maha Kuasa mengerti maksud hamba-Nya.

        BTW, terima kasih atas sarannya.

        :2thumbup

        Link Komentar
        • Eli Kusmayadi Eli Kusmayadi

          Mantap bang..
          Makasih untuk berbagi, mungkin nanti kalau rejeki saya sudah bisa mendekati bang Tadda yang sekarang (saat itu mungkin bang Tadda sudah melambung jauh lagi), akan menerima email yang mirip; Jadi keputusannya bisa segera diambil..

          sukses selalu bang Tadda!

          (diposting ulang karena yg sebelumnya salah tempat menjawabnya)

          Link Komentar
  22. Asri Tadda Asri Tadda

    Sangat luar biasa membaca komentar rekan-rekan. Sekaligus membuat saya tersadar dari kekhilafan. Benar sekali, kalau mau membantu, bantu saja tanpa banyak tanya!

    Allahu akbar..senang sekali rasanya masih punya sahabat seperti kalian: Azzam, Harsoyo, AnakUnhas.com, Mendhel dan yang lain. Semoga selalu menjadi barisan yang senantiasa tak lelah mengingatkan – saling mengingatkan.

    Insya Allah…

    Link Komentar
    • ingrid ingrid

      Pak asri. Bpk mmng belum kenal saya. Nama sy ingrid tinggal di sidoarjo. Sy sdh mencoba mencari bantuan. Mgkn bs dikata bantuan yang saya ajukan konyol. Krn untuk membayar hutang. Tetapi sy ingin lepas dari jeratan hutang saya. Sy sdh berusaha bekerja dgn mencicil hutang tersebut tp tdk selesai2. Sy mencari kl ada keajaiban terjadi ada dermawan yg tanpa mengajukan syarat apapun bs membantu sy.

      Link Komentar
  23. Mendhel Mendhel

    Menurutnpendapat saya bantu saja sebisa bapak membantu, bantuan yg diberikan kepada orang yg dizolimi sangat besar, benar apa tidak nya, itu serahkan saja kepada Tuhan , yg jelas niat bapak u membantu dihadapan Tuhan sangat Mulia……..saya sangat kasihan membaca suratnya.

    Link Komentar
  24. kalo yang seperti ini memang susah untuk di buktikan, ada 2 sisi, bisa saja benar bisa saja salah…. dan kita paksa untuk mengetahui nya….

    namun jika memang ada ke ikhlasan… di ikhlaskan saja pak, seberapa yang pak asri mampu… toh nanti bantuan itu diniatkan saja.. “jika menerima bantuan ini menggunakanya dengan benar maka dia akan mendapat berkat, namun jika yang menerima bantuan ini melakukan penipuan maka ia akan mendapatkan balasannya….”

    Link Komentar
  25. Halo Pak Asri, sederhana saja bila bapak berniat untuk membantu dan ikhlas, insya Allah pahala sedekah dan kebaikan akan tetap bapak dapatkan…

    berikut ini saya kutipkan keutamaan orang yang bersedekah :

    “Sesungguhnya sedekah yang tersembunyi, (dapat) meredam murka Allah Ta’ala” (Shahih at-Targhib).

    “Sedekah menghapuskan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api” (Shahih at-Targhib karya Asy-Syaikh Al-Albani).

    “Maka peliharalah (diri) kalian dari api neraka, sekalipun dengan sebiji buah kurma (yang disedekahkan).”

    “Tidaklah satu hari Abu Martsad berbuat suatu kekeliruan, melainkan ia (segera) bersedekah dengan sesuatu apa saja di hari itu (juga). Meskipun hanya dengan sepotong kue (ka’kah) atau bawang putih atau semacamnya.” (Terdapat dalam ash-Shahihain).

    dan masih banyak lagi pak hadits sahih dari agama kita yang mulia ini yang mengabarkan tentang keutamaan sedekah. jadi dalam hal ini saya berpendapat “kembalikan lagi kepada niat bapak”

    Wallahu ta’ala a’lam :)

    Link Komentar
  26. Mohon maaf sebelumnya,

    Kalau boleh saya kasih masukan Pak diambil simpel saja Pak. Bapak tolong saja dia dengan nominal seikhlas Bapak dan beberapa masukan. Kalau ini benar, luar biasa sekali Pak Asri membantu seseorang yang terdzhalimi. Pahalanya besar Pak! :)

    Kalaupun tidak benar, insyaAllah niat dan perilaku sudah dihitung sebagai sedekah di bulan Ramadhan ini. Apalagi 10 hari terakhir ini adalah hari-hari yang banyak karunia dan anugrah. Ga ada ruginya sama sekali Pak.

    Mohon maaf kalau ada salah kata, sukses selalu Pak.

    Salam dari Bogor

    Link Komentar
    • kasiadi kasiadi

      assalamu ‘alaikum wrwb,

      saat ini saya dalam kondisi sangat kepepet. saya datang dari jawa dan sedang merantau di luar pulau.
      sudah kurang lebih 1,5 tahun berada di perantauan dengan berbagai suka duka.
      7 bulan awal pertama di perantauan saua bekerja di pertukangan.
      biarpun dengan kondisi saya yang sakit sakitan tetapi alhamdulillah dalam 5 bulan itu saya masih bisa bekerja dan bisa membayar sebagian hutang saya di kampung.

      setelah 7 bulan proyek tempat saya bekerja sudah selesai.
      saya mencari lagi pekerjaan di tempat lain.
      dua kali saya dapat tawaran borongan kecil kecilan. tawaran tersebut saya terima. tapi dua kali pula gaji saya tidak dibayar lunas. sementara saya harus memikirkan kebutuhan sehari hari dan uang kos yang sebulan sekali harus saya bayarkan.

      saya mencari kerja lagi. tapi sudah jarang ada yang berlangsung lama.

      karena merasa fisik sudah tidak begitu sehat dan sudah tidak begitu mampu lagi bekerja berat, maka saya coba ikut menjadi broker tanah dan lain lain.
      di awal sepertinya sangat menjanjikan.
      bahkan belakangan ada salah satu developer yang merekrut saya dengan janji janji menggiurkan. saya disuruh cari tanah yang dijual dengan kriteria yang telah ditentukan. terbayang sudah kalau deal akan bisa melunasi hutang di kampung dan sisanya bisa untuk mencari tempat tinggal yang layak dan buat modal usaha.

      tapi rupanya janji tinggal janji.
      tanah yang saya ajukan tidak dibeli.
      dan tiap kali saya tanyakan selalu saja dijawab dengan berbagai alasan.

      sekarang ini saya sangat bingung.
      mau pulang ke kampung sangat tidak mungkin. kalaupun mungkin, saya harus bisa melunasi hutang saya.

      saya cuma berharap mudah mudahan ada dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu saya melunasi hutang saya.
      saya akan selalu ingat dan mendoakan semoga dermawan tersebut selalu Alloh limpahkan rahmatNya kepadanya.

      mudah mudahan ada yang rela menyumbangkan uangnya untuk saya lewat nomor rekening bca saya : 124 0341 006 atas nama kasiadi

      Link Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons