Bisnis Blogging dan Sekolah Blog

Mas Stephanus Osa, wartawan senior Kompas menghubungi saya untuk menanyakan beberapa hal seputar bisnis internet dan blogging yang saya geluti. Berikut adalah petikan wawancara tertulisnya:

Bagaimana Anda tertarik untuk usaha sekolah blogger? Awal mulanya gimana sih…

Saya mengenal aktivitas blogging sejak penghujung tahun 2005. Waktu itu mulanya saya ngeblog hanya untuk mempublikasikan tulisan sendiri, baik berupa opini, puisi maupun catatan harian sederhana.

Ngeblog-nya juga masih di layanan gratisan. Pergulatan dengan aktivitas blogging semakin meningkat ketika saya mulai tertarik untuk membuktikan kebenaran berbagai promosi di internet bahwa orang bisa dapat penghasilan dari internet.

Nah, sejak awal 2007, saya mulai mengenal dunia blog advertising – salah satu ceruk make money blogging – melalui program Pay-Per-Click (PPC), yaitu google adsense.

Namun, penghasilan demi penghasilan saya yang waktu itu mencapai $1000 USD per bulan, lebih banyak yang gagal saya cairkan karena ternyata melanggar term of services layanan google adsense. Maklumlah karena saat itu saya masih sangat baru dengan pengetahuan pas-pasan dan bahasa Inggris yang payah.

Karena tidak kunjung berhasil dengan Google adsense, maka saya mencoba sebuah program lain dalam make money blogging, yaitu program paid review.

Nah, inilah ceruk penghasilan nyata yang saya dapatkan dari internet pertama kalinya. Saat itu pertengahan 2007, saya sudah mengoleksi lebih dari 50 blog komersil berbahasa Inggris, tetapi semuanya masih dari layanan gratisan di blogspot.com

Hingga akhirnya sedikit demi sedikit penghasilan itu saya kumpulkan di akun Paypal saya (Paypal adalah media pembayaran online terbesar dan paling banyak digunakan di dunia internet), hingga mampu membeli sendiri hosting dan domain berbayar.

Awal Jan 2008, boleh dibilang saya sedang memasuki sebuah tahap awal make mony blogging secara lebih profesional karena sudah punya hosting dan sebuah domain sendiri. Januari 2008 adalah bulan lahirnya blog personal saya astaqauliyah.com.

Perjalanan bisnis make money blogging saya terus berkembang, hingga penghujung 2008. Seorang teman menyodorkan formulir pendaftaran program Lomba Wirausaha Muda Mandiri 2008.

Awalnya saya menolak dengan alasan bahwa usaha yang saya geluti tidak nyata dilihat oleh masyarakat. Tetapi beberapa bulan kemudian, teman tersebut kembali menyodorkan formulir baru (formulir lama saya hilangkan dengan tidak sengaja), dan mengisinya berdasarkan jawaban lisan saya.

Ternyata, keikutsertaan saya di program WMM 2008 berbuah hasil yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Saya akhirnya menyabet gelar Juara II tingkat Nasional kategori Mahasiswa. Sebuah capaian prestisius untuk bilangan bisnis online yang belum banyak diketahui oleh publik.

Dari pengalaman ini, kepercayaan diri saya semakin meningkat dan akhirnya melahirkan ide untuk mendirikan sekolah blogging (blogging school) dengan maksud yang sangat mulia: memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk bisa punya pendapatan dari internet.

Untuk memuluskan upaya ini, maka pada awal 2009, saya mendirikan perusahaan induk (holdings company) untuk menaungi beberapa usaha online yang sebelumnya sudah eksis plus beberapa usaha offline yang baru saya rintis. Perusahaan itu bernama AstaMedia Group. Sekolah blog yang saya dirikan diberi nama AstaMedia Blogging School.

Ternyata, sekolah blog ini menjadi sekolah blog offline pertama di ASIA!

Mungkin bisa diceritakan sedikit, latar belakang pendidikannya. Kalo tidak salah ingat, seru juga tuh cerita banting setirnya mulai dari memilih jurusan kuliah sampe akhirnya banting setir begini?

Saya adalah mahasiswa program pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Memang tidak ada latar belakang sama sekali di bidang IT dan per-blogger-an, tapi karena aktivitas blogging begitu memikat hati saya, maka saya sangat menikmatinya, sekaligus menjadi hobi baru yang ternyata bisa menghasilakn ribuan bahkan puluhan ribu dollar sebulan.

Sewaktu SMU saya sebenarnya bercita-cita menjadi engineer sipil. Tetapi saya menerapkan strategi yang salah ketika mengikuti UMPTN 1999 (SPMB saat ini). Saya memilih Kedokteran sebagai pilihan pertama, dan Teknik Sipil Unhas sebagai pilihan kedua. Saya sih memperkirakan saya akan ‘jatuh’ pada pilihan kedua, karena tidak akan mampu bersaing dengan kompetitor lain di Kedokteran. Eh, ternyata hasilnya berbicara lain!

Saya lulus di Kedokteran Unhas. Bukan main kagetnya saya waktu itu, dan akhirnya karena dorongan orang tua yang begitu senang anaknya bakal jadi dokter, maka saya memaksakan diri menempuh sebuah dunia baru yang tidak pernah saya cita2kan sebelumnya.

Butuh sekitar 2 bulan untuk bisa merubah struktur cita-cita saya sebelumnya yang ingin menjadi Insinyur. Saat kuliah saya banyak menghabiskan waktu sebagai aktivis dan menjadi pengurus lembaga-lembaga kemahasiswaan.

Beranjak menjadi wirausaha, apa yg membuat Anda nekat berwirausaha kayak gini?

Saya senang dengan aktivitas blogging yang saya geluti. Inilah alasan mendasar kenapa akhirnya saya memutuskan untuk fokus di bidang ini. Saya melihat peluang bisnis internet marketing dan blog advertising di Indonesia dan dunia internasional masih sangat besar.

Lagi pula, pekerjaan ini sangat penuh dengan tantangan. Setiap waktu selalu saja ada hal-hal baru yang diproduksi melalui internet dan itu membuat kita semakin terpicu untuk terus berkreasi dan beradaptasi.

Pendapatan dari dunia online juga terhitung tidak sedikit. Itu hanya jika dijalankan secara santai dan tidak full time. Coba bayangkan jika kita melakukannya secara full time!

Ada juga beberapa hal yang menguatkan saya untuk fokus dengan bisnis online saat ini. Saya secara pribadi punya impian untuk mempekerjakan ribuan orang di bawah payung perusahaan saya AstaMedia Group dan berbagi dengan mereka.

Saya hendak menjadikan AstaMedia sebagai sebuah perusahaan online marketing dan blog advertising yang terkemuka di dunia internasional. Dan impian saya ini pada akhirnya didukung oleh sahabat dan keluarga, yang pada masa awal saya merintis usaha ini banyak menentangnya. Ini adalah energi besar yang sulit padam untuk semakin maju dan sukses.

Sampai sekarang, berapa murid yang ikutan sekolah ini? Mengapa perlu mendirikan sekolah blogger?

Saat ini kami sudah menelorkan lebih dari 100 orang alumni dengan asumsi 80% dari mereka eksis di bisnis online hingga sekarang, dengan estimasi pendapatan minimum 2 juta per bulan.

Artinya, keberadaa kami sejak Jan 2009, khususnya di Makassar, telah berhasil membuka lapangan pekerjaan dan penghasilan baru kepada sekitar 80-an orang, dan secara akumulatif telah mampu mendatangkan devisa negara sebesar $16.000 USD (160-an juta) setiap bulan yang dilakukan oleh alumni kami.

Sekolah blogging merupakan lahan alternatif bagi mereka yang ingin memiliki pendapatan dari internet secara lebih mudah dan cepat. Bahkan, bisa saja dijadikan sebagai lapangan kerja tetap dengan penghasilan yang mantap!

Oya, katanya ini cara cepat orang-orang bisa dapat duit. Bagaimana hitung2nya?

Siswa kami di AstaMedia Blogging School (ABS) memang diberikan jaminan/garansi 3 bulan berpendapatan! Jadi sejak mulai program edukasi dalam kelas dan pembimbingan di luar kelas, mereka akan kita pandu untuk memiliki penghasilan dari blog-blog mereka. Setiap siswa akan kita berikan sebuah blog dengan kualifikasi tertentu beserta hosting gratis selama setahun.

Nah, kalau dihitung-hitung secara seksama, sebuah blog siswa ABS memungkinkan untuk memberikan penghasilan antara 2-3 juta per bulan. Ini berasal dari hasil penjualan link (tautan), publikasi review, dan pemasangan sejumlah iklan di dalamnya.

Nah, jika seorang siswa benar-benar memahami, mempelajari dan mengaplikasikan metode yang kami ajarkan di kelas, mereka bahkan bisa memperoleh pendapatan jutaan rupiah setiap harinya! Apalagi jika mereka bisa dengan seksama mereplikasi jumlah blog mereka hingga mencapai puluhan blog.

Jika sudah mengetahui metodenya, dan menguasai mekanisme pengembangan blog yang benar, maka seorang alumni AstaMedia Blogging School dapat saja memiliki penghasilan puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah setiap bulan, dengan biaya produksi (cost) yang sangat rendah!