Sekolah Blog
Ilustrasi Sekolah Blog

Belajar Blogging: Otodidak vs Sekolah Blogging

Postingan ini ditulis oleh guest blogger Daeng Anto, seorang blogger yang banyak berbagi Tips Menulis & Menerbitkan Fiksi di Indonovel.com. Dia juga berbagi tips menulis lewat Twitter & Facebook. Anda juga bisa menghubungi Daeng Anto melalui email ke: anto[at]indonovel.com.

Ilmu blogging relatif baru. Beberapa ‘aturan’ blogging sekarang masih sementara dirumuskan. Tapi beruntung bagi blogger seperti kita yang ‘lahir’ belakangan. Kita bisa menghemat waktu dan biaya dengan belajar pada blogger senior. Sebagian besar blogger senior menggratiskan ilmunya lewat posting blog & ebook. Namun ada juga yang menjualnya dalam bentuk sekolah blogging.

Pertanyaannya, apa metode belajar yang tepat bagi anda yang baru mau masuk dunia blogging? Ikut sekolah blogging atau belajar otodidak?

Posting ini akan memberikan anda beberapa pertimbangan sebelum menentukan pilihan.

Belajar Blogging Otodidak

Otodidak berarti anda membaca posting & ebook, atau menonton video tutorial, kemudian mempraktekkannya sendiri. Saya sendiri menempuh metode ini saat pertama kali belajar blogging di akhir tahun 2008.

Kelebihan
1. Saya membuat banyak kesalahan. Tapi mengalami sendiri kesalahan membuat saya lebih paham substansi setiap masalah. (Kebalikannya bila ikut sekolah blogging. Hampir pasti peserta lansung diajarkan teknik yang benar).
2. Anda bisa membandingkan tiap teknik blogging. Mencari tahu teknik mana yang memberikan manfaat maksimal bagi blog anda. Pada dasarnya hanya anda sendiri yang paling tahu kondisi blog anda.

Kekurangan
1. Metode belajar tidak sistematis.
2. High cost. Tanpa mentor berarti anda menghabiskan waktu online lebih banyak untuk membaca posting, menonton video tutorial, dan praktek. Harus diingat bahwa waktu online adalah jumlah tagihan yang musti anda bayar kepada provider langganan anda. (Speedy nyaris membuat saya bangkrut di awal belajar blogging)
3. Sulit menemukan rujukan tunggal. Informasi membanjiri blogosphere. Semua sumber mengklaim bisa menjadikan anda blogger sukses. Sulit menentukan siapa blogger yang layak kita dengarkan.

Sekolah Blogging

 

Sekolah Blog
Ilustrasi Sekolah Blog

Saya belum pernah ikut sekolah blogging. Pandangan berikut saya cermati berdasarkan beberapa sales page kursus blogging yang pernah saya baca.

Kelebihan
1. Kurikulum sistematis. Anda langsung start pada tititk yang tepat dan berjalan diatas jalur yang jelas.
2. Mentor langsung mendampingi peserta melakukan praktek.
3. Layanan satu atap. Umumnya penyelenggara kursus blogging menawarkan paket lengkap bagi blogger pemula. Contohnya Sekolah Blog AstaMedia. Di sini peserta sekaligus memperoleh domain, sewa hosting dan instalasi platform.

Kekurangan
Anda mesti membayar dimuka. Akibatnya anda akan menderita kerugian jika salah memilih. (Saran saya, pilihlah sekolah blogging yang memberikan jaminan uang kembali).

Bayangkan bila sekolah blogging yang anda ikuti masih mengajarkan teknik SEO yang tidak signifikan lagi pengaruhnya pasca perubahan algoritma Panda.

Apa Pilihan Anda?

Apakah saat ini anda baru mulai belajar blogging? Saya menyarankan anda sebaiknya mulai dengan ikut sekolah bogging. Sekolah blogging akan menyelamatkan banyak waktu dan uang anda ketimbang memulai dengan metode otodidak seperti saya. Percayalah.

Namun perlu diingat, anda jangan berhenti belajar selepas kursus. Lanjutkan dengan belajar otodidak guna terus meningkatkan kemampuan anda.

Sekolah blogging yang baik sebenarnya hanya mengajarkan strategi. Seperti anda lihat sendiri, teknik blogging berubah setiap hari. Teknik SEO yang efektif di tahun 2011 kemungkinan tidak siginifikan lagi pengaruhnya di tahun 2012. Anda mesti memperbaharui taktik anda sendiri seiring perubahan tersebut.

Jadi mulailah dengan ikut kursus, kemudian lanjutkan dengan belajar otodidak.

Atau mungkin anda punya pandangan berbeda tentang kedua metode belajar diatas? Mari kita diskusikan pada kolom komentar dibawah.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...