Pemilihan Calon Anggota Legislatif

Kenali Baik-baik Sebelum Coblos Calegmu!

Pemilihan Calon Anggota Legislatif

Tidak terasa sebentar lagi kita akan menggelar Pemilu Legislatif (PILEG) bersamaan dengan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden (PILPRES).

Untuk PILPRES, saya kira sudah jelas. Hanya ada 2 pasangan capres/cawapres. Jadi lebih mudah ditimbang-timbang secara seksama lalu nanti dicoblos.

Nah, yang agak rumit adalah PILEG.

Di Pemilu April 2019 nanti, seorang warga negara akan memilih 4 orang yang akan MEWAKILI suaranya, yaitu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, anggota DPR RI, DPRD Propinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Karena itu, jauh hari sebelum memasuki PEMILU, sebaiknya kita mencari tahu dan mengenali lebih jauh para calon anggota legislatif yang maju di PILEG nanti.

Jangan asal pilih, karena resikonya adalah 5 tahun merana. Seorang anggota DPR/DPRD adalah penyambung lidah kita sebagai rakyat.

Mereka yang memiliki kewenangan, hak dan kewajiban untuk secara langsung melakukan pengawasan (fungsi pengawasan), membuat regulasi (fungsi legislasi) dan memantau anggaran pembangunan (fungsi penganggaran).

Jika fungsi dan tanggung jawab DPR/DPRD tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka dapat dipastikan pembangunan akan jauh dari apa yang semestinya dibutuhkan oleh rakyat. Istilahnya, jauh panggang daripada api.

Karena itu, pilihlah anggota DPR/DPRD yang benar-benar bisa mewakili suara Anda sebagai rakyat. Pilihlah mereka yang bisa dengan mudah ditemui, diajak diskusi dan bertukar gagasan tentang bagaimana memajukan daerah masing-masing.

Jangan pilih anggota DPR/DPRD yang hanya jago pencitraan tapi minim karya nyata selama hidupnya. Jangan pilih anggota DPR/DPRD yang hanya membeli suara Anda lalu setelah terpilih dia menghilang entah ke mana.

Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, penguatan lembaga legislatif (DPR/DPRD) merupakan sebuah kebutuhan nyata. Pemerintah sebagai lembaga eksekutif perlu diawasi dan dikoordinasi setiap saat agar APBN/APBD digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Cara Mengenali Caleg Anda

Pertanyaannya, bagaimana mengenali dan mengetahui siapa saja calon anggota legislatif di daerah Anda?

Mudah sebenarnya. KPU sudah menyediakan akses untuk mendapatkan nama-nama caleg dalam Daftar Calon Tetap (DCT) untuk setiap level, mulai dari DPRD Kab/Kota, DPRD Propinsi, DPR RI dan DPD RI.

Yang penting Anda tahu berada di Daerah Pemilihan (DAPIL) berapa. Setiap Kabupaten/Kota terbagi atas beberapa Dapil, biasanya mengikuti nama Kecamatan masing-masing. Demikian pula dengan Propinsi dan Nasional.

Jika sudah mengetahui DAPIL Anda, maka nama-nama caleg yang akan bertanding dalam PILEG nanti sudah dapat diketahui dengan benar.

Selanjutnya, Anda tinggal mencari tahu tentang caleg tersebut. Bisa bertanya pada teman, kerabat, atau orang lain. Bisa juga, dan lebih mudah, cari di Google atau media sosial. Saat ini, sebagian besar caleg pasti punya media sosial.

Sesudah mengetahui nama dan profil singkatnya, sekarang Anda perlu mencari rekam jejak kinerja dan pengabdiannya selama sebelum menjadi caleg DPR/DPRD.

Pastikan Anda hanya memilih caleg yang benar-benar memiliki komitmen kuat untuk mengabdi pada rakyat. Pastikan Anda hanya memilih caleg yang sejak sebelum jadi caleg sudah terlihat peduli dengan kondisi masyarakat di sekitarnya.

Pastikan caleg yang Anda pilih adalah mereka yang memiliki modal pendidikan yang memadai untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab berat sebagai wakil rakyat di DPR/DPRD.

Saat ini, tidak sedikit caleg yang tiba-tiba muncul memasang foto dan baliho, membuat medsos yang ciamik, lalu mulai kampanye memperkenalkan dirinya. Tapi ketika ditelusuri rekam jejak kehidupannya, hampir sulit ditemukan apa-apa yang sudah pernah dilakukannya untuk rakyat sekitar.

Setidaknya, jika caleg tersebut belum pernah berbuat sesuatu yang berarti untuk rakyat di sekitar tempatnya berdomisili, pilihlah yang memiliki pengetahuan dan wawasan memadai untuk membangun daerah, setidaknya caleg yang semasa mahasiswanya pernah menjadi aktivis dan aktif di lembaga kemahasiswaan atau kepemudaan.

***

Sudah cukup kita melakukan trial dalam memilih caleg untuk DPR/DPRD selama puluhan tahun terakhir. Jangan main-main untuk sesuatu yang sebenarnya vital bagi kehidupan rakyat.

Saatnya kita sebagai rakyat, cerdas memilih caleg DPR/DPRD. Pilihlah yang memang benar-benar LAYAK menjadi WAKIL SUARA kita sendiri.

Pilihlah yang memang Anda kenali dan bisa Anda jangkau untuk berkomunikasi, menyampaikan persoalan mendasar sebagai rakyat, karena merekalah nanti yang menjadi penyambung lidah kita sebagai rakyat untuk dijadikan sebagai aturan dan pengawasan bagi pemerintah yang berkuasa.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...